Keinginan memiliki rumah atau kendaraan pribadi biasanya muncul pada seseorang yang sudah berumah tangga, sebelum menikah, sudah memiliki anak pertama, atau berbagai momen lain yang menimbulkan kesadaran akan pentingnya memiliki aset jangka panjang. Namun, terkadang mimpi ini terpukul oleh fakta bahwa tabungan yang Anda sisihkan dari gaji bulanan atau perdagangan tidak cukup untuk menebus rumah atau kendaraan impian Anda. Alhasil, Anda perlu mengajukan ke bank untuk mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Sayangnya, kesediaan Anda untuk meluangkan waktu khusus untuk melengkapi dokumen dan persyaratan yang dipersyaratkan oleh bank untuk mengajukan KPR / KKB mungkin menjadi sia-sia, setelah lebih lanjut analis perbankan menyatakan bahwa Anda tidak berhak atau dianggap tidak mampu membayar utang yang diajukan.

SLIK OJK

“Penolakan” pengajuan kredit oleh bank sering kali menimbulkan perasaan mudah tersinggung, gondok, bahkan emosi. Bahkan jika Anda yakin telah memenuhi semua persyaratan bank. Namun jangan sedih, Anda bukanlah orang pertama yang pengajuan kreditnya ditolak oleh bank.

Cukup dipahami bahwa bank juga harus menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit kepada calon debitur. Analis perbankan tentunya mengambil keputusan setelah melakukan pengecekan data melalui Sistem Informasi Keuangan (SLIK) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Apakah SLIK itu?

Efektif 1 Januari 2018, SLIK akan menggantikan layanan Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia (BI) atau biasa disebut dengan BI Checking. Data SLIK digunakan oleh bank, lembaga keuangan non bank, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan pegadaian, untuk mengungkap riwayat data keuangan calon debitur untuk menghindari risiko kredit macet (NPL).

Nah, jika dulu Pemeriksaan BI atau Permohonan Informasi Debitur (Ideb OJK) bisa dilakukan secara online, mulai 1 Januari 2018 semua pengajuan informasi debitur SLIK hanya dapat dilakukan melalui offline di cabang OJK untuk menjaga kerahasiaan debitur.

Informasi mengenai anak perusahaan OJK dapat dilihat di www.ojk.go.id atau dengan menghubungi OJK call 157.

Debitur perorangan hanya perlu memberikan Kartu Tanda Penduduk Indonesia (WNI) atau Paspor Warga Negara Asing (WNA). Sementara itu, debitur badan usaha wajib membawa salinan identitas badan usaha dan identitas pengurus yang menunjukkan identitas badan usaha asli.

Lebih mudah dengan skor kredit

Tidak sulit mendapatkan history keuangan melalui SLIK OJK? Anda hanya perlu meluangkan waktu sekitar 15 menit di cabang OJK terdekat untuk mengetahui kualifikasi kredit Anda. Jika data SLIK Anda bersih dari noda, maka kemungkinan pengajuan KPR / KKB Anda disetujui oleh bank akan lebih besar. Di sisi lain, jika Anda terdaftar memiliki kewajiban, yaitu utang lain yang belum dilunasi atau bahkan diblokir di bank / lembaga keuangan bukan bank lain, maka yang harus Anda lakukan tentu saja melunasi utang tersebut. sebelum meminta hutang baru.

Tapi pernahkah Anda membayangkan bisa mengakses data kelayakan kredit pribadi Anda kapan saja? Tujuannya tentu untuk mengetahui peluang Anda mengajukan pinjaman dari bank. Di negara lain di mana literasi dan inklusi keuangan lebih maju, orang terbiasa melakukannya melalui layanan skor kredit atau skor kredit gratis.

Apa itu skor kredit?

Skor kredit adalah skala tiga digit dari 0 sampai 850 atau 999 yang mencerminkan kelayakan kredit peminjam. Pasalnya, skor kredit yang diberikan oleh biro swasta umumnya dihitung berdasarkan catatan historis masing-masing peminjam. Semakin tinggi skor kredit seseorang, semakin sehat riwayat keuangannya. Sedangkan jika nilai kredit Anda rendah, hal ini menandakan adanya masalah yang perlu diperbaiki. Misalnya, Anda selalu terlambat membayar utang ke bank.

Nilai kredit yang tinggi memudahkan masyarakat mendapatkan layanan dari bank, lembaga keuangan non bank, dan perusahaan lainnya. Tidak hanya itu, peminjam bisa mendapatkan suku bunga dan pinjaman yang semakin rendah jika mereka dapat menjaga skor kredit mereka pada level yang lebih tinggi.

Bagi debitur, nilai kredit mencerminkan reputasi keuangan yang dapat mencerminkan tingkat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban keuangan dan dapat menumbuhkan perilaku masyarakat yang positif untuk selalu memenuhi kewajiban Anda.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *