Is Butter Bad for You, or Good?

Bila kita sering bergulat dengan dunia masakan, maka keberadaan butter tidak asing lagi bagi kita. Butter merupakan salah satu komponen pelengkap dalam dunia memasak. Butter banyak digunakan dalam keseharian dimana butter sering digunakan sebagaibahan yang digunakan dalam mengoles roti untuk sebuah makanan. Dalam dunia baking, butter juga digunakan dalam membuat berbagai kudapan lezat untuk dimakan sehari – hari. Dalam eksistensinya butter dibuat dari susu sapi. Bagian susu sapi yang digunakan sebagai bahan pembuat butter adalah krim susu sapi. Namun,awal ditemukannya butter berasal dari susu kambing maupun domba yang banyak digunakan oleh masyarakat jaman dahulu. Butter memiliki daya oles sehingga dapat digunakan sebagai menu pelengkap makan roti. Dahulu, butter sempat menjadi slaah satu makanan yang digemari oleh penduduk. Sebab itu, industry pembuatan butter banyak ditemukan. Hingga munculah suatu produk yang memiliki daya saing untuk butter yakni margarin. Produk ini mulai banyak digunakan pada awal abad 20. Saat itu, penggunaan butter dalam kehidupan sedikit bergeser dan membuat masyarakat mulai melirik margarin. Secara penampilan, margarin dan butter memiliki bentuk yang cukup berbeda. Namun, dalam penggunaanya baik margarin maupun butter dapat digunakan dalam berbagai macam hidangan maupun sebagai komponen pendukung terbentuknya suatu makanan. Sehingga baik margarin atau butter kini tetap menjadipilihan masyarakat dalam membuat suatu hidangan yang membutuhkan komponen berbasis lemak.

Kegunaan butter dan margarin dalam kehidupan sehari – hari tidak dapat dipungkiri kembali. Namun, beberapa masyarakat masih menilai bahwa butter dan mentega merupakan produk serupa dan penggunaanya pun sama. Padahal, butter dan mentega merupakan dua produk yang berbeda. Perbedaan yang mendasar dari kedua produk ini adalah butter memiliki warna penampakan yakni putih kekuningan sedangkan margarin memiliki warna sangat kuning. Hal ini didasari dari sumber yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kedua produk tersebut. Butter terbuat dari krim susu yang berwarna puith kekuningan sehingga warna butter menjadi putih kekuningan. Pada produk margarin bahan baku yang digunakan adalah minyak yang berasal dari tumbuh – tumbuhan seperti minyak kedelai ataupun minyak kanola. Sebab itu, warna yang dimiliki oleh margarin yakni kuning. Bahan baku yang terbuat dari minyak menyebabkan margarin dapat digunakan sebagai pengganti minyak goreng dalam memasak sesuatu. Bahkan margarin banyak digunakan oleh ibu rumah tangga untuk menumis suatu masakan. Perbedaan bahan baku dan metode pengolahan menyebabkan nutrisi yang dimiliki oleh butter dan margarin berbeda. Dimana butter kaya akan lemak hewani. Sehingga penggunaan butter harus sesuai kebuthan sehari – hari agar tidak mengganggu kesehatan konsumsi. Margarin memiliki bahan baku minyak tumbuhan atau minyak nabati. Namun, pada pengolahan margarin minya nabati tersebut diproses melalui hidrogenasi yang memiliki tekanan tinggi sehingga lemak pada margarin menjadi lemak jenuh. Sebab itu, konsumsi margarin juga harus sesuai dengan takaran untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. Perbedaan komposisi yang digunakan menyebabkan perbedaan nutrisi yang dimiliki produk. Margarin memiliki kandungan omega-6, sterol dan stanol disamping kandungan lemak jenuh yang dimilikinya. Sedangkan butter memiliki kandungan omega-3 dan vitamin K serta asam lemak pendukung lainnya. Hal tersebut disebabkan bahan baku susu yang digunakan dalam pembuatan butter. Sebab itu, penggunaan margarin maupun butter baiknya sesuai dengan kebutuhan atau daily intake harian sehingga tidak menyebabkan penyakit yang berbaya bagi kesehatan tubuh.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *